top of page

THE CREATIVEPRENEUR PLAYBOOK - Build Brands That Matter

  • Mar 6
  • 4 min read

Updated: 6 days ago

Di dokumentasikan oleh:

Minutes of Manager Talent & Knowledge Hub



Based on TASTE UP PLAYBOOK — From Creation to Culture: A Journey to Build Brands That Matter — 6 August 2025


SECTION 1: BRAND ESSENCE


Brand Essence adalah jiwa dari brand Anda. Ini adalah kombinasi emosi, nilai, dan identitas yang melekat di benak audiens ketika mereka memikirkan brand Anda.


Brand yang sukses tidak hanya menjual produk, tapi juga makna — misalnya:

  • Nike = “Just Do It” (empowerment)

  • Eiger = Petualangan & outdoor spirit


🔧 Praktik: Brand essence membantu menyaring keputusan kreatif, tone komunikasi, bahkan partner kolaborasi.


01. Unique Selling Proposition (USP)

Pertanyaan kunci:

  • Apa keunikan produk Anda dibanding kompetitor?

  • Apakah itu desain, cita rasa, cerita, proses produksi, atau nilai budaya?


Contoh:

  • “Sepatu kami dibuat dari limbah daur ulang kulit yang diproses oleh pengrajin lokal Jawa Barat.”

  • “Kami satu-satunya minuman sparkling dengan rempah Nusantara.”


🟨 Isikan di sini:

USP kami adalah...



02. Identity & Story

Story Pitch

  • Siapa Anda?

  • Masalah apa yang Anda jawab?

  • Apa nilai yang Anda bawa?


Contoh:

  • “Kami mendirikan brand ini karena frustrasi dengan minimnya produk lokal yang mewakili gaya hidup kreatif anak muda Indonesia.”


Content Pillars

Tentukan 3–4 tema yang menjadi DNA komunikasi Anda.


Contoh:

1. Lokalitas & budaya Indonesia
2. Humor sehari-hari anak muda
3. Inovasi berkelanjutan
4. Gaya hidup urban kreatif


03. Brand Persona

Bayangkan brand Anda sebagai tokoh manusia:

  • Umurnya berapa?

  • Ia berbicara dengan bahasa seperti apa?

  • Gaya berpakaiannya?


Contoh:

  • “Brand kami seperti cewek 27 tahun, suka thrifting, speak up soal lingkungan, dan suka self-expression lewat fashion.”


🟨 Isikan di sini:

Persona brand kami seperti...


SECTION 2: BUSINESS STRATEGY


Strategi bisnis tidak hanya soal omzet. Bagi brand kreatif, strategi adalah bagaimana Anda memperbesar nilai, memperluas koneksi, dan membuka peluang lewat channel & model bisnis yang tidak biasa.


01. Key Channel

Di mana brand Anda paling efektif menjangkau audiens?


Contoh:

  • TikTok (40%) → edukasi cepat & viral

  • Ecommerce (30%) → penjualan primer

  • Event pop-up (20%) → pengalaman interaktif

  • Offline store (10%) → premium touchpoints


🟨 Checklist & Estimasi:

Channel

Deskripsi Singkat

Estimasi Kontribusi (%)

Prioritas

Catatan Strategis

Offline Store

Toko fisik untuk validasi experience & brand premium

…%

High/medium/low

Lokasi strategis, fokus pada experience

Ecommerce

Penjualan melalui marketplace atau website brand

…%

High/medium/low

Fokus ke SKU utama & bundling

TikTok

Kanal edukasi, storytelling, dan viral konten visual

…%

High/medium/low

Konten rutin, micro-influencer activation

Event

Pop-up, workshop, atau bazar untuk aktivasi offline

…%

High/medium/low

Untuk brand awareness & lead generation

Lainnya (isi)

Misalnya: WhatsApp, Instagram Shop, atau komunitas

…%

High/medium/low

Custom strategi sesuai demografi target


02. Creative Revenue Model

Brand masa kini tidak hanya mengandalkan jualan produk. Buat aliran pendapatan kreatif!


Contoh:

1. Kolaborasi dengan brand fashion untuk capsule collection
2. Penjualan lisensi ilustrasi produk ke brand F&B
3. Paid workshop kreatif atau tur experience
4. Merchandise koleksi terbatas


🟨 Isikan di sini:

1.
2.
3.
4.


03. North Star Map

Buat pernyataan ambisius namun terarah. Ini jadi kompas utama brand Anda.


Contoh:

  • “Dalam 5 tahun, kami ingin dikenal sebagai brand lokal yang berhasil membawa produk Indonesia ke festival kreatif global seperti SXSW atau ComplexCon.”


🟨 Isikan di sini:

Visi jangka panjang kami adalah...



SECTION 3: CULTURE & COMMUNITY


Brand yang punya komunitas akan selalu relevan. Komunitas membentuk loyalitas, menciptakan pembela brand (advocates), dan memperluas narasi brand secara organik.


01. Tribe & Fans

Tentukan siapa fans Anda — bukan hanya siapa yang beli, tapi siapa yang percaya.


Contoh:

  • “Anak muda usia 18–28 yang aktif di skena musik indie & mencari ekspresi lewat streetwear.”

  • “Ibu muda urban yang mencari produk alami, sehat, dan lokal dengan visual estetik untuk dibagikan di Instagram.”

  • “Komunitas gamer retro yang terhubung lewat nostalgia visual dan produk bertema pixel art.”


🟨 Isikan di sini:

Fans kami peduli karena...



02. Signature Experience

Bangun momen khas yang bikin orang cerita.


Contoh:

  • Unboxing yang penuh elemen kejutan (aroma, ilustrasi, QR code untuk video khusus)

  • Meet & greet rahasia hanya untuk pembeli loyal

  • Sensasi aroma khas di tiap produk (seperti toko Sabun Lush)


🟨 Isikan di sini:

Signature experience kami adalah...



03. Collab Energy

Kolaborasi sebagai budaya, bukan strategi sesaat.

  • Pilih partner yang selaras nilai & audiens

  • Track impact: Reach, Engagement, Resonansi


Brand Collab

Name

Username

Followers

ER%

Brand XYZ

@brandxyz

100k

3.2%

Ilustrator K

@seniK

45k

5.1%


KOL Collab

💡 Sheet seperti ini akan lebih versatile apabila di buat sendiri di google sheet sesuai kebutuhan untuk mempermudah filter dan visualisasi data. Gunakan template ini sebagai latihan

Name

Username

Followers

ER%

Yoga Pratama

@yogajalan

12k

6.5%

Nana Fitri

@nanavisual

33k

4.8%




  • Black Instagram Icon
  • Black LinkedIn Icon
  • Black YouTube Icon

© Minutes of Manager

bottom of page